Mar 31 2008

Atasi Banjir, Pemkab Mamuju Tanam Bambu Cina

Published by Puang at 6:38 am under News

Mamuju, Tribun - Untuk mengatasi banjir yang sudah langganan terjadi di dua daerah di Mamuju yakni Kecamatan Topoyo dan Kecamatan Sampaga, Bupati Mamuju Suhardi Duka, berinisiatif memprogramkan penanaman bambu Cina sepanjang 5 km x 200 m di bantaran sungai.


“Ini adalah langkah konkret sementara pemerintah kabupaten untuk mengatasi banjir. Tapi, tentunya kami akan diskusikan dulu dengan masyarakat pemilik,” ungkap Suhardi kepada Tribun, Jumat (28/3).
Jika masyarakat pemilik setuju, maka akan diajukan ke Departemen Kehutanan RI dengan pembiayaan berbagi antara Pemkab Mamuju dengan Pemprov Sulbar.
Selain itu, tambah Suhardi, pihaknya juga ingin mengajukan normalisasi sungai pengerukan dan pendangkalan muara ke pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
Sedangkan Pemprov Sulbar merencanakan mengadakan studi penanganan dan pencegahan banjir secara permanen. Pasalnya, kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulbar Khaeruddin Anas, jalan yang terkena banjir itu adalah jalan trans Sulawesi.
Jalan ini merupakan jalan satu-satunya yang menghubungkan antara Sulawesi Barat dengan Sulawesi Tengah dan kini sudah dialihkan menjadi jalan negara. Jadi penanggungjawab adalah pemerintah pusat dengan melakukan koordinasi dengan pemerintah provinsi.
Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulbar, akan melakukan kajian teknis yang didahului oleh survei lokasi untuk mengukur debit air maksimal khususnya di Sungai Sampaga.
Karena penanganan banjir ini untuk tujuan jangka panjang, maka pada tahun ini hanya diadakan kajian teknis dan survei. Tahun depan baru dianggarkan kegiatan penanganan banjir. Dananya diambil dari APBD perubahan 2008.

Merusak Ratusan Hektar Lahan Kakao
AKIBAT bencana banjir ini, ratusan hektare tanaman kakao, padi, tambak milik masyarakat rusak. Ini belum termasuk kerusakan infrastruktur jalan dan jembatan di sejumlah ruas jalan negara di trans Sulawesi.
Rumah-rumah warga pun banyak yang terendam air dan rusak sehingga warga terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang dianggap aman.
Saat ini, Pemprov Sulbar telah menyalurkan bantuan berupa dua ton beras, ratusan dus mi instan, puluhan kaleng ikan kaleng, ratusan dus air mineral. Juga menyediakan tangki air 5.000 liter satu unit serta oabt-obatan dan tenaga medis.
Kondisi terakhir, air sudah mulai surut khususnya di daerah pusat banjir di Sampaga. Tapi, warga masih belum berani kembali ke rumah mereka masing-masing.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply