Jun 16 2008
Demo Anti Eksplorasi Minyak Mamuju Ricuh
MAMUJU– Unjuk rasa menentang eksplorasi dan eksploitasi minyak di Mamuju berjalan ricuh. Puluhan pendemo yang mengatasnamakan Gerak Lapar (gerakan rakyat melawan penjajahan gaya baru) baku pukul dengan aparat Satpol PP Kantor Gubernur Sulbar, Sabtu (16/6).
Kericuhan berawal saat sekitar 50an pengunjukrasa ini menggelar aksi dengan memalang pintu keluar Kantor Gubernur Sulbar. Aksi ini membuat akses keluar masuk ke kantor gubernur menjadi terganggu.
Di saat yang sama, Wakil Gubernur Sulbar Amri Sanusi hendak keluar kantor untuk sebuah urusan. Melihat pendemo menghalangi jlan keluar ’sang bos’, sejumlah aparat satpol PP pun mencoba menghalau para aktivis.
Namun karena pendemo tetap bertahan, kericuhan pun tidak dapat dihindarkan. Satpol PP dan peserta unjuk rasa terlibat perkelahian. Insiden ini diperparah lagi dengan tindakan Patwal (Patroli Pengawal) yang langsung menerobos barikade demosntran dengan menggunakan mobil.
Melihat mobil tiba-tiba datang menerobos, para pendemo langsung kocar-kacir. Pintu keluar Kantor Gubernur Sulbar pun langsung ‘bersih’. Mobil Wagub Amri langsung melenggang bebas.
Tak berhasil menemui gubernur dan wakil gubernur, demosntran lantas menuju ke gedung DPRD Sulbar. Mereka pun mengadukan eksplorasi dan eksploitasi minyak pada enam blok di Mamuju yang dinilai cenderung merugikan masyarakat Mamuju. Khususnya pada blok Budong-budong.
Bukan hanya itu, aktivis Gerak Lapar juga membawa sejumlah warga yang hingga kini belum diselesaikan kompensasi pembebasan lahannya, yang digunakan untuk eksplorasi migas dan sistem geolistrik. Kebanyakn warga korban berasal dari Desa Salukayu, Kecamatan Papalang, Mamuju.
Hingga saat ini, aktivis Gerak Lapar masih melakukan dialog dengan wakil rakyatnya. (aha)
Laporan: Harifuddin