Apr 12 2008

Gubernur: 2011, Kemiskinan di Sulbar Turun 9 %

Published by Puang at 7:04 am under News

Mamuju, Tribun - Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh, menargetkan hingga akhir masa jabatannya tahun 2011 nanti, angka kemiskinan di daerahnya akan turun hingga sembilan persen, atau di bawah rata-rata angka kemiskinan nasional, 16 persen.


“Di musrenbang (musyawarah perencanaan pembangunan) inilah yang menjadi alat kontrol dan tolok ukur kemampuan pemerintah mensejahterakan rakyatnya,” kata Anwar dalam jumpa pers khusus di ruang kerjanya di Mamuju, Jumat (10/4).
Jumpa pers ini, jelas sekaligus menanggapi sorotan dari masyarakat, LSM, dan mahasiswa yang menilai musrenbang hanya sebagai ajang seremonial tahunan belaka.
Angka kemiskinan di Sulbar adalah 190 ribu dari 1,07 juta penduduk, dengan persentase 19 persen, berada di bawah rata-rata persentase nasional. Sedangkan IPM (indeks pembangunan manusia) berada di posisi ke-29 dari 33 provinsi.
Menurut Anwar, justru posisi tersebut patut disyukuri karena Sulbar masih baru dan masih sementara membangun. “Justru posisi itu kita syukuri, artinya masih ada dibawahnya. Kalau mengingat usia Sulbar, harusnya kita berada di posisi 33,” katanya.
Selain Syarif yang mendampingi Anwar, juga hadir Asisten Bidang Ekonomi Pembangunan Arsyad Hafid, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Akhsan Djalaluddin, dan Kepala Biro Humas dan Protokol Khaeruddin Anas.

Terpaksa “Todong” Ketua Bappenas
SEBAGAI bentuk keseriusannya soal menaikkan taraf kesejahteran warganya, Anwar mengaku terpaksa “menodong” Menteri Percepatan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Paskah Suzetta untuk datang ke Sulbar.
“Saya datang terus ke ruangan menteri untuk tahu kepastian beliau akan datang ke Sulbar. Sampai-sampai stafnya sudah bosan melihat saya sering mondar-mandir. Karena saya tahu berdasarkan aturan yang berlaku sekarang, semua pembiayaan pembangunan ada di bappenas. Makanya, saya kejar terus,” ungkap mantan anggota DPR asal Sulsel dua periode ini.
Tidak hanya sampai disitu, Anwar juga rela “mengemis” pada semua komisi yang ada di DPR RI yang memiliki budget untuk pembangunan. “Saya terkadang harus ketemu tengah malam dengan ketua-ketua komisi itu, menunggu mereka punya waktu luang,” tambahnya.

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.