Feb 23 2008

Illegal Logging Karena Petani Tak Punya Pilihan

Published by Puang at 5:12 am under News

Mamuju, Tribun - Kepala Dinas Perkebunan dan Kehutanan Sulbar, Nur Parantean, mengungkapkan, banyaknya pembalakan pohon secara liar (illegal logging) di sejumlah kawasan hutan di Sulbar, dikarenakan para petani tersebut tidak punya pilihan.


“Mereka terpaksa menggarap di lahan hutan milik negara karena tidak punya pilihan lain untuk mencari nafkah, apalagi keterampilan mereka hanya bertani atau berkebun,” kata Parantean, Jumat (21/2), di Mamuju.
Data yang dihimpun Polres Mamuju, selama tahun 2007 kurang lebih 8.000 potong kayu diamankan karena merupakan hasil illegal logging.
Kasusnya sebagian sudah dilimpahkan ke kejaksaan, sebagian lagi dalam proses selidik dan sidik.
Parantean menambahkan, antara lahan perkebunan milik masyarakat dan lahan hutan milik negara jaraknya sangat berdekatan, makanya begitu melihat peluang, tidak ada petugas yang lihat, mereka menggarap saja hutan itu.
Lahan yang akan mereka garap sudah semakin sedikit, bahkan ada yang sudah tidak ada lagi. Mereka juga tidak punya mata pencaharian lain dan keahlian yang lain.
“Mereka melihat ada kayu yang sudah tumbang, daripada dibakar, lebih baik dipotong-potong lalu dijual. Penadah yang membelinya pun dibeli dengan harga murah,” jelas Parantean.
Menurut Parantean, kasus di Sulbar bukanlah seperti kasus di Kalimantan, Sumatera, dan Papua yang merupakan illegal logging dengan kasus yang relatif tinggi.
Di Pulau-pulau ini, memang kayunya yang menjadi prioritas utama. Para cukong orang kaya menggarapnya lalu dijual dengan harga mahal.

src :http://www.tribun-timur.com/view.php?id=65309&jenis=Sulawesi

Trackback URI | Comments RSS

Leave a Reply