Apr 09 2008
Politisi PDIP Usul Pejabat Eselon II Sulbar di Jakarta
Mamuju, Tribun - Anggota DPR RI dari daerah pemilihan Sulbar Jacobus Camarlow Mayongpadang, menyarankan agar Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh menempatkan pejabat Pemprov Sulabr selevel eselon II untuk bertugas di kantor perwakilan Sulbar di Jakarta.
Hal ini, kata politisi PDIP ini beberapa waktu lalu, untuk memudahkan melakukan komunikasi atapun lobi dengan pejabat pusat seperti dirjen yang tidak mungkin dilakukan oleh pejabat eselon IV yang kini bertugas di kantor tersebut. “Supaya energi gubernur tidak terlalu banyak terkuras harus selalu bolak-balik Jakarta-Sulbar. Cukup percayakan saja kepada pejabat tersebut untuk melakukan komunikasi atau lobi untuk kepentingan. Nanti kalau ada kendala misalnya harus berhadapan dengan menteri, baru gubernur yang turun tangan,” jelasnya.
Tapi, tentu saja pejabat tersebut harus yang memiliki kapabilitas dan punya keterampilan untuk melobi. Karena, kata Jacobus, melobi juga memerlukan keterampilan khusus dan tidak semua orang bisa melakukannya.
Saat ini, memang Sulbar membutuhkan biaya yang besar untuk melakukan pembangunan. Tentu saja membutuhkan bantuan pemerintah pusat, karena dana yang tersedia di APBD tentu saja terbatas.
Hal yang menyebabkan pusat tidak mengucurkan bantuan ke daerah karena kurangnya informasi tentang suatu daerah dan kurang proaktif-nya orang dari daerah untuk meminta bantuan ke pusat.
Tim Ahli Unhas Atasi Banjir Mamuju
GUNA mengatasi banjir yang sudah langganan terjadi di wilayah utara Mamuju, maka Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulbar akan melakukan kajian atau studi pencegahan banjir bekerja sama dengan Unhas.
Tim ahli Unhas akan datang untuk melakukan survei dan melakukan pendataan untuk mengkaji solusi mengatasi banjir. Sungai Sampaga yang terletak di Kecamatan Sampaga, Mamuju, menjadi fokus kajian karena disinilah pusat banjir yang merambah ke sejumlah kecamatan di sekitarnya.
Menurut Kepala Bappeda Sulbar, Syarif Burhanuddin, akhir pekan lalu, sebenarnya, pokok permasalahan terjadinya banjir adalah gundulnya hutan yang berada di daerah hulu sungai yang menyebabkan air akan melimpah ke daerah hilir jika terjadi hujan deras.
“Jadi orang di hulu yang melakukan penggundulan hutan, yang di hilir kena dampaknya. Hal ini disebabkan oleh run off atau air yang mengalir di permukaan tidak tertahan dan tidak terserap di dalam tanah karena tidak adanya pohon atau tanaman yang bisa menahannya,” ungkap Syarif.
Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.