Mar 28 2008
Trans Sulawesi di Topoyo Ambles
Mamuju, Tribun - Setelah sering kali terjadi banjir di jalan trans sulawesi di sekitar daerah Topoyo, Mamuju, maka Pemerintah Provinsi Sulbar berinisiatif mengadakan studi untuk mengkaji penyebab terjadinya banjir sehingga bisa diupayakan pencegahannya.
Hujan keras yang turun pada hari Minggu dan Senin lalu membuat banjir makin menjadi dan menggenangi ruas jalan. Bahkan di wilayah Tallungallo perbatasan Topoyo dengan Tobadak jalanan terperosok ke dalam tanah atau ambles.
Badan jalan yang sudah mables tersebut mencapai 100 meter dengan kedalaman hingga 75 sentimeter. Sedangkan bronjong yang dibangun di sisi jalan untuk membendung arus sungai di tepi jalan juga ikut ambles.
Menurut Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulbar, Khaeruddin Anas, Kamis (27/3), kondisi seperti ini sudah terjadi selama berbulan-bulan yang berpusat di Kecamatan Sampaga, makanya gubernur langsung mengambil inisiatif untuk menyelesaikan masalah banjir tersebut secara permanen.
“Masalah itu adalah jalan satu-satunya yang menghubungkan antara Sulawesi Barat dengan Sulawesi Tengah. Jika jalan itu terganggu, maka jalur transportasi juga akan terputus, maka harus segera diadakan studi dengan melibatkan para pakar,” kata Khaeruddin.
Sedangkan masyarakat sekitar memberikan informasi bermacam-macam tentang penyebab terjadinya banjir. Ada yang mengatakan saluran air sudah tidak bagus, ada yang mengatakan hutan di atas bukit sudah gundul, dan lain-lain.
Ketika Gubernur Anwar Adnan Saleh mengadakan kunjungan ke tempat terjadinya banjir, ia langsung memerintahkan kepada Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Sulbar untuk segera melakukan langkah perbaikan pada jalanan rusak akibat banjir.
“Tapi, tentu saja itu adalah upaya perbaikan sementara untuk jangka pendek. Makanya, untuk jangka panjang harus segera dilakukan studi untuk perbaikan permanen,” jelas Khaeruddin.
Khaeruddin menambahkan, gubernur juga telah memerintahkan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sulbar untuk menyusun program anggaran dana yang dibutuhkan untuk semua proses perbaikan. Dana ini akan diambil dari anggaran perubahan di APBD 2008.